Jenglot Ditemukan di Pantai Jimbaran Bali
Senin, 24 Mei 2010VIVAnews – Warga pantai Labuan Sait Pecatu, Jimbaran, Bali dihebohkan oleh penemuan sepasang makam misterius diantara karang pantai.
Makam tersebut ditemukan pertama kali oleh petugas Bala Wista Labuan Sait Pecatu Jimbaran saat sedang memantau pantai dari atas bukit karang, Jumat 7 Mei 2010. Saat menoleh ke samping kiri, petugas itu curiga dengan gundukan misterius yang ternyata adalah makam.
Setelah makam tersebut digali, warga menemukan tiga buah benda yakni berupa putri duyung rambut panjang berukuran kecil dan dibungkus dengan kain putih dan dua lagi berupa jenglot dengan posisi tidur dan bersila dengan panjang masing-masing sekitar 40 centimeter (cm).
Sementara, di sekitar lokasi penemuan makam tercium aroma wangi yang bercampur bau mayat.
Bendesa adat Pecatu, I Wayan Rebong mengatakan penemuan ini merupakan kejadian pertama kali di wilayahnya sehingga akan memusyawarahkan terlebih dahulu dengan warganya jika harus menghanyutkannya ke laut.
”Ini pertama kali di desa kami. Apakah akan dihanyutkan ke laut atau tidak kita musyawarahkan dulu dengan warga. Sementara ini mayat-mayat tersebut kita letakan di tempat penemuannya dan menunggu hasil,” ujarnya.
Penemuan makam misterius ini pun membuat wisatawan yang menikmati liburannya merasa terganggu. (jn)
Laporan : Peni Widarti | Bali
Delapan Gol Chelsea Torehkan Rekor

VIVAnews - Chelsea tampil seperti kesetanan di laga terakhir musim ini melawan Wigan, Minggu, 9 Mei 2010. The Blues pesta delapan gol tanpa balas sekaligus merebut gelar juara Liga Inggris.
Dengan tambahan delapan gol dalam satu musim ini, pasukan Carlo Ancelotti secara total mengoleksi 103 gol. Sebelumnya di Premier League, rekor jumlah gol dipegang Manchester United dengan 97 gol yang terjadi di tahun 2000.
Dari 103 gol yang dicetak pasukan The Blues, 28 persen di antaranya dicetak oleh striker kokoh Didier Drigba. Penyerang asal Pantai Gading itu mencetak 29 gol sekaligus merebut sepatu emas sebagai pemain paling produktif.
Chelsea masih punya tugas yang belum terselesaikan. Mereka berpeluang memenangi Piala FA jika bisa mengalahkan portsmouth di laga final 14 Mei nanti.
Cowboys in Paradise Hanyalah Angin Lalu

KUTA, KOMPAS.COM — Para pemangku kepentingan pemerintah dan pariwisata di Pulau Bali khawatir kontroversi yang menyertai film dokumenter Cowboys in Paradise akan menyurutkan pamor kepariwisataan Pulau Dewata. Syukur hal itu tak menjadi kenyataan. Turis tetap datang ke Bali. Mereka pun tetap menikmati suasana pantai, seperti Kuta, Sanur, dan Nusa Dua.
Di sepanjang Pantai Kuta hingga Seminyak, misalnya, kunjungan wisatawan relatif normal. Pada akhir pekan, sedikitnya 3.000 pengunjung menghabiskan waktunya di pantai sejak pagi hingga senja. Pengunjung semakin banyak ketika senja untuk menikmati suasana matahari terbenam.
Wisatawan asing, domestik, pedagang, penjaga pantai, bahkan anak-anak pantai menganggap film Cowboys in Paradise itu sebagai angin lalu. Bagi turis, aktivitas liburan di Bali sang at tergantung niatnya sejak awal. "Saya datang ke Bali untuk menikmati pantai sekaligus budayanya. Ada tidaknya film itu dan bagaimana realitas sebenarnya bahkan tidak saya pikirkan," kata Arnold Thompson, turis asal Australia yang ditemui di Pantai Legian, Minggu (9/5/2010).
Salah satu anak pantai di Kuta, Tukino, asal Banyuwangi, mengaku kunjungan turis tetap normal. Setiap hari lima kursi pantai yang disewakan pada turis tetap laris sepanjang hari. Satu-satunya hal yang menjadikan kursinya kurang laris adalah kalau tiba-tiba hujan datang. Hujan sesekali memang turun di Bali bagian selatan, khususnya menjelang sore hari.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Bali, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai 508.299 orang atau 5.648 orang per hari. Jumlah itu meningkat sekitar 9,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 465.182 orang.
Pada 15 hari pertama pada April 2010, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali per hari melonjak menjadi rata-rata 6.731 orang atau total 94.228 orang. Itu berarti terjadi kenaikan sekitar 5,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 89.284 orang. Jika tren ini terus terjadi, target kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun ini sebanyak 2,5 juta diharapkan akan tercapai.
Subaru Legacy Mobil Paling Aman di Jepang

JEPANG, KOMPAS.com — Nippon atau Jepang terkenal akan ketatnya peraturan keselamatan terhadap kendaraan yang dijual. Subaru berhasil meraih predikat mobil paling aman di Negeri Sakura itu.
Anugerah diberikan oleh Japan's New Car Assessment Program (JNCAP) kepada Legacy keluaran 2010. Sayang, mobil ini tak diboyong masuk oleh Subaru Indonesia.
Kemashyuran Legacy bukan saja dikenali oleh Jepang, melainkan di belahan dunia lain. Di Eropa dan Australia, sedan ini mendapat predikat sebagai mobil teraman. Selanjutnya, di Amerika Serikat menyandang "Top Safety Pick" diberikan oleh Insurance Institute for Highway Safety (IIHS).
Pihak JNCAP melakukan uji tabrak dan melihat dampak yang ditimbulkan kepada pengemudi, penumpang depan, dan pejalan kaki. Sebelumnya, beberapa model Subaru lain, seperti Impreza, menyabet penghargaan serupa pada 2007. Begitu juga Forester pada 2008.
Kawasaki Concours 14 ABS untuk Polisi

Kawasaki Concours 14 ABS untuk Polisi
Senin, 10 Mei 2010 | 08:41 WIBIRVINE, KOMPAS.com — Setelah absen lima tahun, Kawasaki kembali masuk ke segmen motor penegak hukum. Kali ini mengandalkan produk terbarunya, Concours 14 ABS, untuk Departemen Kepolisian Amerika Serikat.
Concours khusus ini spesifikasinya sama dengan motor umum, yaitu mesin 1.352 cc, tenaga 156 PS, dan torsi 14 kg-m. Fitur keamanan aktif, ABS, dan kontrol traksi. Harganya 16.000-22.000 dollar AS atau Rp 146,4 juta-Rp 210,3 juta per unit. Lebih hemat sekitar 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 18,3 juta dibandingkan dengan rival lain yang juga membidik segmen sama, yaitu BMW R1200RT-P dan Harley Davidson FLHTP.
Sebelumnya, Kawasaki memproduksi empat tipe motor polisi yaitu, Z1-P, KZ900 Police Special, KZ1000C Police, dan KZ1000P.
Editor: zbj
Tiga Tugas Ilmuwan Memperingati Galungan

PEMUJAAN Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti adalah untuk menuntun menguatkan daya spiritual manusia untuk menajamkan kecerdasan intelektualnya untuk mengarahkan kepekaan emosional agar berekspresi pada jalan dharma dalam menapaki dinamika kehidupan di bumi ini. Dinamika hidup yang normatif sesuatu yang sepatutnya dilindungi dan dipelihara dan meniadakan sesuatu yang sepatutnya ditiadakan. Melakukan upaya Tri Kona itu tidaklah mudah.
Karena itu manusia membutuhkan memuja Tuhan dalam aspeknya sebagai Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa untuk meningkatkan kekuatan moral dan mentalnya, agar proses utpati, sthiti dan pralina menjadi berjalan mulia. Karena itu manusia memuja Tuhan sebagai Sang Hyang Tri Murti agar tiga dinamika hidup yang ideal itu berproses sebaik-baiknya.
Hal itulah yang nampaknya menyebabkan adanya pernyataan Bhuwana Kosa VIII.25 sbb: Utpatti Bhagawan Brahma stithi Wisnuh tathewaca. Pralina Bhagawan Rudrah, trayastre lokya sranah. Maksud Sloka tersebut sbb: Tuhan sebagai Dewa Brahma sebagai pencipta (utpati), sebagai Dewa Wisnu menjadi pemelihara (stithi) dan sebagai Dewa Rudra sebagai pemralina. Tuhan dalam wujud tiga dewa itulah pelindung bumi.
Sloka Bhuwana Kosa tersebut menyatakan bahwa Tuhan Yang Mahaesa itu menjadi Dewa Tri Murti sebagai pelindung bumi. Hal ini memang merupakan kenyataan adanya suatu proses kehidupan yang utpati, sthiti dan pralina. Kalau proses itu tidak ada tentunya bumi ini aka penuh sesak dijejali oleh ciptaan atau sama sekali kosong. Kalau hanya ada utpati saja tentunya bumi ini akan penuh sesak. Demikian juga hanya ada sthiti saja, maka dunia hanya akan dihuni oleh satu ciptaan saja tak pernah bertambah. Selanjutnya kalau ada hanya pralina maka bumi inipun tidak ada. Bumi menjadi hidup terus karena ada proses utpati, sthiti dan pralina itu. Itulah wujud kemahakuasaan Tuhan melindungi bumi.
Berbagai aspek kehidupan seyogianya berdinamika berlandaskan konsep Tri Kona secara normatif. Artinya umat manusia mampu menciptakan, memelihara dan meniadakan sesuatu yang seyogianya tercipta, terpelihara dan sepatutnya ditiadakan.
Perayaan Galungan adalah ritual sakral untuk mengingatkan dan memotivasi para ilmuwan bersama umat bekerja sama untuk menciptakan (utpati), memelihara (sthiti) dan meniadakan (pralina), suatu yang seyogianya diciptakan, dipelihara/ dilindungi dan ditiadakan. Melakukan proses hidup utpati, sthiti, pralina di samping dengan tuntunan doa kepada Tuhan sebagai Tri Murti juga wajib dilakukan atas tuntunan para ilmuwan yang bersinergi untuk mencerahkan kehidupan (galang apadang) agar masyarakat dapat mengatasi berbagai kegelapan hidupnya (amriyakena sarwa byaparaning idep).
Mensinergikan ilmu pengetahuan suci (jnyana) untuk menegakan dharma itulah sesungguhnya tujuan hari raya Galungan dan Kuningan menurut Pustaka Sunarigama. Para ilmuwan dimotivasi oleh Galungan agar senantiasa menuntun umat melakukan tiga hal yaitu utpati, sthiti dan pralina.
Pada kenyataannya dalam kehidupan empiris prilaku dharma dan adharma berdinamika silih berganti menguasai alam pikiran manusia. Manusia yang dibangun dengan dua unsur yaitu unsur purusa dan unsur pradana yang disebut jiwa dan raga. Unsur purusa atau jiwa membawa empat macam kekuatan yang disebut Catur Citta. Empat kekuatan citta itu adalah dharma, jnyana, wairagya dan aiswarya.
Empat hal inilah menyebabkan manusia selalu berniat baik untuk berbuat berdasarkan dharma, ilmu pengetahuan suci (jnyana), ikhlas berkorban demi sesuatu yang mulia dan senantiasa berupaya meningkatkan kehidupan ini menjadi semakin baik, benar dan bahagia lahir batin sebagai dasar menuju tujuan hidup kembali pada Yang Mahakuasa.
Perayaan Galungan adalah salah satu kegiatan beragama Hindu untuk mengingatkan manusia agar senantiasa menguatkan gema catur citta menguasai diri manusia. Dengan kuatnya daya catur citta itu prilaku manusia senantiasa pada zaman dharma.
Gema kekuatan citta inilah yang seyogianya terus menerus diperjuangkan sepanjang hidup. Karena itu perayaan Galungan dilakukan berulang-ulang terus menerus setiap enam bulan wuku. Sayang gema kekuatan citta itu selalu dihadang oleh kekuatan predana yang disebut Panca Klesa. Lima kekuatan itu senantiasa mendorong manusia berbuat tidak baik melakukan adharma seperti awidya, asmita, raga, dwesa dan abhiniwesa. Awidya hidup terjebal tujuh kegelapan yang disebut Sapta Timira.
Asmita adalah hidup sombong dan egois mementingkan diri sendiri. Raga hidup hanya mengumbar hawa nafsu. Bahkan pikiran menjadi budaknya hawa nafsu. Dwesa hidup dikuasai oleh kebencian dan dendam. Abhiniwesa hidup yang dirundung oleh berbagai ketakutan karena rendahnya sradha bhakti pada Tuhan Yang Mahakuasa.
Kekuatan citta dan klesa inilah menimbulkan dua jenis manusia yaitu dewi sampad yaitu jenis manusia yang dikuasai oleh sifat-sifat kedewaan. Sedangkan asuri sampad adalah jenis manusia yang dikuasai oleh sifat-sifat keraksasaan. Dua jenis manusia itu dinyatakan dalam Bhagawad Gita XVI,4 dan 5. Kalau lebih banyak manusia yang dikuasai oleh Panca Klesa menghuni bumi ini maka kehidupan di bumi ini bagaikan kehidupan para raksasa dan bumi akan menjadi ajang penderitaan.
Tetapi kalau lebih banyak bumi ini dihuni oleh manusia yang dikuasai oleh catur citta maka bumi ini akan menjadi wadah kehidupan manusia yang baik dan hidup di bumi ini amat membahagiakan bagaikan di kahyangan para dewa. Setiap manusia normal pasti mendambakan kehidupan yang aman damai dan sejahtra bagaikan hidup di kahyangan para dewa.
Untuk itulah manusia senantiasa diingatkan untuk membangun hidup dengan mengembangkan kecendrungan dewi sampad. Dengan demikian dharma selalu tegak menjadi dasar penyelenggaraan hidup. Salah cara membangun manusia yang dewi sampad adalah dengan cara merayakan Galungan dan Kuningan. Karena dalam perayaan Galungan dan Kuningan itu terdapat nilai-nilai suci kehidupan universal yang terkemas dalam wujud budaya lokal yang sakral menurut Hindu.